LJ Hotel, Smart Hotel yang Dekat dengan Pusat Kota

Leave a Comment
Jumat, 21 Juli aku dan teman teman blogger Medan menghadiri grand opening hotel berbimtang 3 di Medan, LJ Hotel. Hotel yang beralamat di jalan satu arah Perintis Kemerdekaan ini tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Terletak di sisi kiri jalan, hotel pun terlihat dengan logo LJ nya.

LJ hotel medan


Dibangun di atas lahan sekitar 26.510 hektar, LJ hotel memiliki total 74 kamar yang terdiri dari 3 standard rooms, 3 junior suite rooms, 10 executive rooms, 12 superior rooms, dan 46 deluxe rooms dengan fasilitas LED TV 32 inch, Wi-Fi, dan individual air conditioning control. Tersedia juga 5 meeting rooms dan satu Grand Hall dengan kapasitas 400 orang.

LJ hotel medan
Grand hall

Konsep Smart Hotel

Dengan lokasinya yang strategis, ini juga menguntungkan bagi para pengunjung karena tidak repot untuk ke beberapa spot di pusat kota Medan. Hanya sekitar 10 menit jarak antara LJ Hotel dengan stasiun kereta api, mall, dan beberapa objek wisata sejarah di kota Medan.

LJ hotel medan


LJ hotel medan


Hotel yang memiliki tujuh lantai ini mengusung konsep Smart Hotel sehingga hotel ini berbeda dengan hotel bintang tiga lainnya di Medan. Dengan menggabungkan reception desk dan lobby lounge, mereka menciptakan kesan dinamis untuk pengunjung yang datang. Kenyamanan pun ditingkatkan dengan tempat tidur yang lebih besar, rain shower, kopi dan teh di tiap ruangan, ukuran kamar yang lebih luas, dan lima tipe kamar dengan harga yang kompetitif.


LJ hotel medan


LJ hotel medan


General Manager LJ Hotel, Rizna Dwi Harmawani mengungkapkan bahwa selain Medan, Provinsi Aceh juga menjadi target khusus karena selain jaraknya yang tidak jauh dari Medan, warga Aceh juga sering berwisata ke Medan.

LJ hotel medan
acara dibuka dengan tari adat

LJ hotel medan


LJ hotel medan


Selama masa grand opening, LJ Hotel memberikan harga promo untuk Superior Room, Rp.350.000 yang sudah termasuk sarapan untuk dua orang.

Fave Hotel, Budget Hotel Kekinian di Medan

2 comments
Sebagai traveler, hal-hal yang diperhatikan ketika berkunjung ke suatu tempat bukan hanya objek wisata dan kuliner, tempat menginap pun pastinya menjadi perhatian. Lokasi yang tidak jauh dari pusat kota, fasilitas yang cukup dengan harga yang terjangkau jadi hal hal yang paling dicari. Untuk memenuhi kriteria tadi Fave Hotel pun hadir di Medan, budget hotel yang mungkin pas untuk kamu para traveler.

Fave Hotel Medan


Minggu, 14 Mei 2017 sektar jam 10 pagi aku dan beberapa teman blogger menghadiri soft opening budget hotel di jalan S Parman, Fave Hotel. Di lantai dua ruang meeting, kami mendengarkan tentang Archipelago International yang merupakan operator hotel-hotel besar di dunia dan sedikit tentang Fave Hotel dari pak Norbert, selanjutnya lebih lengkap tentang Fave Hotel dijelaskan olek pak Ivan, manager Fave Hotel.

Fave Hotel Medan
pak Nobert Vas (kiri) dan pak Ivan (kanan)

Dengan 4B yaitu Bedroom, Bathroom, Broadband, Breakfast. Hotel 12 lantai yang memiliki 131 kamar ini menggunakan kasur merk King Koil, bathroom yang bersih, Wi-Fi gratis berkecepatan tinggi, dan breakfast dengan aneka western dan indonesian food. Selain itu tersedia 4 ruang meeting yang bisa juga digabung menjadi ruang meeting yang lebih besar lagi, wine gallery yang masih dalam tahap dibuat, dan coffee lounge dengan kopi yang di roasting sendiri untuk memberikan kualitas yang lebih.

Fave Hotel Medan

Fave Hotel Medan


Meskipun Fave Hotel merupakan budget hotel, tapi beberapa fasilitas yang diberikan adalah fasilitas hotel berbintang 4, salah satunya untuk Security, ini dilakukan agar tamu yang menginap semakin merasa nyaman dengan keamanan yang diberikan.

Setelah di Medan rencana selanjutnya Fave Hotel juga bakal ada di Tasikmalaya, Sorong dan beberapa daerah lagi di Indonesia bagian timur. Untuk di Medan, kedepannya juga akan ada jasa titip oleh-oleh sehingga para traveler lebih bisa menjelajah Medan tanpa menghabiskan waktu di cari oleh-oleh.

Fave Hotel Medan


Ada apa dengan Pink?

Dari luar hotel sudah terlihat warna dominannya adalah pink, kami sempat bertanya kenapa dan pak Norbert pun menjelaskan bahwa Fave Hotel memang dibentuk sebagai hotel yang modern, trendy dan cocok untuk anak muda, terlihat juga di beberapa sisi hotel yang penuh dengan mural.

Warna pink dipilih dengan arti optimisme. meskipun menampilkan kesan modern tetapi Fave Hotel tetap tidak meninggalkan budaya lokal seperti memakai batik di hari tertentu dan ditampilkan tari dari adat Batak di hari soft opening ini.

Fave Hotel Medan

Fave Hotel Medan


Lokasi strategis

Fave Hotel memberikan banyak keuntungan kepada para tamu khususnya traveler. Beralamat di jalan S Parman, hotel ini dekat dengan beberapa cafรฉ, restoran, dan pusat kuliner yang sudah cukup terkenal di Medan. Dekat dengan beberapa Mall dan yang pasti, dekat dengan beberapa situs sejarah di Medan seperti Kuil Sri Mariamman, Taman Kebun Bunga, Taman Ahmad Yani, dan lainnya. Bahkan ada beberapa tempat yang bisa didatangi hanya dengan jalan kaki. Lokasinya juga dekat dengan bank, kantor pemerintah, dan rumah sakit.

Fave Hotel Medan


Karena ini sudah masuk bulan puasa, Fave Hotel juga menyajikan buffet Ramadhan untuk kamu yang ingin berbuka dan sekalian melihat-lihat hotel ini. ada buffet berbuka puasa di Lime Restaurant dengan harga Rp.98.000, untuk tamu in-house harga menjadi Rp.88.000

Fave Hotel Medan


Fave Hotel Medan


Mumpung baru soft opening, ada diskon 15% untuk booking melalui aplikasi Archipelago Membership Apps yang sudah bisa diunduh di iOS dan Play Store. Selain mendapat tawaran beberapa promo, dengan aplikasi ini juga komunikasi dengan pihak hotel semakin mudah ketika kamu menginap, dengan fitur chat, kamu bisa langsung menyampaikan apa yang kamu butuhkan ke pihak hotel.




Fave Hotel
Jalan S. Parman No. 313A
Medan, 20153
Phone: +62 61 8881 5929
favehotels.com

Dokioo dessert, bukan cuma Dessert dan Japanese Bowl di Medan

22 comments
Dokioo Dessert, awalnya aku pikir gerai yang satu ini bukan menyajikan kuliner khas Jepang, mungkin Taiwan karena untuk dessert luar Indonesia yang masuk ke Medan, baru Taiwan yang aku tau. Dari namanya juga mungkin tempat ini hanya menyajikan dessert dan makanan ringan lain yang cenderung manis, yang justru aku tidak terlalu suka.

Tapi, rasa tertarik untuk singgah muncul ketika cek cek instagram mereka @dokioo.dessert dan melihat profil dua musim Jepang tertulis disana dan melihat menu makanan berat Jepang, oh jadi Dokioo Dessert tempat makan makanan Jepang?

Dokioo Dessert Spring di Cemara
Dokioo Spring di Cemara


"Irrashaimase!"

Ucap waiter menyambut kami ketika sampai di Dokioo Dessert Spring di Cemara. Oh ya, ada dua Dokioo Dessert di Medan dengan tema yang berbeda, satu di jalan Sumatera dengan tema autumn atau musim gugur, satu lagi di tempat yang kami singgahi ini, Dokioo Dessert dengan tema Spring atau musim semi di Cemara.

Aku dan saudara ku memilih untuk duduk di sofa yang di bagian bawahnya tersedia colokan di tiap meja, pas untuk ku yang waktu itu perlu colokan untuk mengerjakan sesuatu dengan Laptop.

dokioo dessert and bowl cemara


Waiter pun datang memberikan menu. Sesuai namanya Dokioo Dessert, ada banyak pilihan dessert, kalau dihitung dari buku menu, ada sampai 30 menu dessert yang bisa kita pilih. Untuk menu lain seperti makanan berat dan ringan, tersedia juga beberapa pilihan walaupun tidak sebanyak dessert. Akhirnya kami pun memilih Katsudon Teriyaki Curry dan Tamago Kuma dengan rasa red velvet. Untuk minum kami pilih Milk Tea dan Cappuccino dulu biar tidak terlalu kenyang karena minum nantinya.

Sambil menunggu kami pun menikmati suasana disini, meskipun tidak terlalu besar, tersedia sampai 7 meja yang tidak terlalu rapat antara satu dengan yang lain, jadi kami bisa ngobrol tanpa khawatir mengganggu kenyamanan pengunjung yang lain dan tersedia juga lantai dua.

dokioo dessert and bowl medan


Spring semakin terasa dengan dekorasi bunga Sakura di dekat pintu masuk dan hiasan dengan nuansa pink di beberapa sisi ruangan yang mengingatkan aku dengan hanabi di Jepang. Rasa nyaman pun semakin muncul ketika lagu Good-bye days nya YUI diputar, sebagai salah satu penggemar YUI, mendengar lagunya selain dari handphone cukup mengejutkan tapi menyenangkan.

Tamagoo Kuma pun hadir paling pertama di meja. Semangkuk purin (pudding ala Jepang) yang ditemani ice cream vanilla, Tamago, Jelly, Oreo, Dango (Japanese rice bowl cake), flakes ini disajikan dengan pilihan rasa Matcha, Red Velvet, Milk, Oreo, dan Taro.

Tamagoo Kuma Red Velvet Dokioo Dessert
Tamagoo Kuma dengan Red Velvet

Tamagoo Kuma Red Velvet Dokioo Dessert
Red Velvet on Tamagoo Kuma

Aku pilih Red Velvet, sebenarnya agak ragu juga karena selama ini cuma pernah minum red velvet latte, awalnya mau pesan yang pasti aja seperti matcha tapi karena lebih penasaran sama yang satu ini, jadilah red velvet yang terpilih, dan ternyata rasanya surprisingly good! apalagi ketika dicampurkan dengan ice cream dan purin nya, yang tadinya cuma aku tuang sedikit akhirnya jadi aku tuang semua ke mangkuk, sepertinya bakal pilih red velvet lagi nih kalau nge dessert kesini.

Cappuccino Dokioo Dessert Medan
Cappuccino

Katsudon Teriyaki Curry Dokioo Dessert
Katsudon Teriyaki Curry

Sambi menikmati Tamagoo Kuma, Katsudon hangat yang wangi curry nya langsung terasa pun sampai di meja kami bersama Cappuccino dan Milk Tea. Sesuai namanya Katsudon Teriyaki Curry ini merupakan nasi dengan sayur, telur, ayam goreng tepung yang empuk dengan dua saus yaitu Curry dan Teriyaki tidak lupa dengan semangkuk sup yang gurih. Semua menu yang kami pesan sudah sampai di meja untuk dinikmati sambil mendengarkan lagu Jepang yang beberapa di antaranya adalah anime soundtrack (keseringan nonton jadi tau xD)

"eh tau ga ini lagu apa? Enak loh, kayaknya aku pernah dengar"
'ntah aku gatau'
"coba dengarin lagi, sambil aku cari lewat aplikasi"
'gatau aku memang'
-_-'

Milk Tea Dokioo Dessert Cemara
Milk Tea

Dokioo Dessert and Bowl Cemara


Ternyata pilihan untuk memesan Cappuccino dan Milk Tea tidak salah, porsi banyak di main course dan dessert membuat dua minuman yang tidak terlalu manis ini jadi pas.

Dokioo Dessert cocok menjadi tempat santap beramai ramai bersama teman atau keluarga terlihat dari susunan mejanya, apalagi untuk para penggemar dessert juga Jepang seperti kami ini. Suasana, menu, sampai lagu Jepang (apalagi yang anime soundtrack) yang diputar semakin menambah semangat ku untuk bekerja lebih giat biar bisa ke Jepang nantinya. Disini juga tersedia Wi-Fi yang cukup kencang dan tidak perlu khawatir soal parkir karena halaman yang disediakan untuk parkir luas.

Dokioo Dessert and Bowl Cemara
Dokioo Dessert Spring dari depan

"Arigatou Gozaimasu" kata waiter dengan senyumnya sambil membukakan pintu keluar untuk kami.


'douitashimashite' :)


Dokioo Dessert and Bowl Cemara



*ngomong ngomong yang lagu tadi, sampe rumah akhirnya dapat judulnya, Kirameki by Wacci. Baru ngeh kalau itu ED salah satu anime yang aku suka, Shigatsu wa kimi no uso.

Tamago Kumaa (Rp.28.000)
Katsudon Teriyaki Curry (Rp.30.000)
Cappuccino (Rp.14.000)
Milk Tea (Rp.14.000)





Dokioo Dessert Spring
Komplek Cemara Asri ruko Golden Gate No.8B
Dokioo Dessert Center
Jalan Sumatera No.125
IG: @Dokioo.dessert
0813 6022 0669

Internet Cepat Untuk Lawan Konten Negatif

2 comments
Sabtu, 22 April 2017. aku dan teman teman dari Blogger Medan (Blog M) hadir di acara Smartfren Gathering "Langkah Smartfren 4G Mencerdaskan Indonesia Lewat Internet" yang diadakan di Sajian Bhinneka. Acara dimulai sekitar jam satu siang dengan mas Agus sebagai pembicara.

Smartfren 4G Mencerdaskan Indonesia Lewat Internet
serius semua nih dengarinnya
Dengan hadirnya Smartfren 4G yang pastinya punya kemampuan akses informasi yang lebih cepat dari sebelumnya, smartfren berharap agar kemudahan ini justru digunakan untuk hal yang positif. Tidak seperti dulu yang harus repot repot ke warnet, sekarang kalau mau internetan tinggal dari hp aja.

Smartfren 4G Mencerdaskan Indonesia Lewat Internet
mas Gilang lagi sharing beberapa contoh konten positif yang dibuat influencer

Tapi, harga kuota paket internet yang terjangkau dengan kecepatan akses yang baik membuat tidak hanya konten positif yang tersebar di dunia maya, konten negatif pun ikutan muncul dimana mana bahkan lebih banyak yang menjadi viral dibanding konten positif, contohnya di youtube, video yang tidak menyajukan hal positif malah lebih ke negatif justru masuk trending, kenapa bisa gitu ya?

Smartfren 4G Mencerdaskan Indonesia Lewat Internet
mas Aldridge lagi ngasih tau kenapa konten negatif bisa viral

Bang Aldridge jelasin kenapa bisa nih yang termasuk konten negatif bisa viral. Jadi, ketika kita menonton video itu ditambah lagi memberikan dislike, kita berkontribusi meningkatkan engagement konten itu, apalagi kalau ditambah kita ikutan komen disana.

Gimana nih buat menghadapinya?

Jadi dengan koneksi yang sekarang makin kencang, daripada kita marahin tuh yang buat konten negatif, lebih baik kita lawan dengan buat konten positif. Ga mesti yang ribet, contohnya kalau lagi jalan jalan, kan bisa share tips traveling seperti Jalan Jalana Men yang berbagi spot wisata kece yang dulunya sepi sekarang jadi rame, jadi memajukan pariwisata deh. Juga tidak melulu harus dengan kuota yang besar, dengan kuota yang sedikit pun kita bisa memberikan efek yang besar, tinggal pilih mau yang positif atau negatif.

smartfren 4G mencerdaskan indonesia lewat internet
Bang Din dan peran blogger di era digital

Tidak hanya dari smartfren, ada juga pembicara dari blogger Medan yaitu bang Din yang membahas peran blogger di era digital. Menurut bang Din, ada beberapa peran blogger yaitu, penyebar informasi dan pengetahuan, penyeimbang media mainstream, sebagai Public Realtion, juga untuk menyampaikan opini.

Setelah acara sharing bermanfaat ini selesai, selanjutnya ada kuis kecil kecilan yang kemudian ada blog competition selama satu jam. Pemenang akan mendapatkan Andromax dan nantinya akan ditandingkan lagi di tingkat nasional, wooww!!

smartfren 4G mencerdaskan indonesia lewat internet
lomba blog dalam waktu sejam, siapa yang bakal menang ya?

smartfren 4G mencerdaskan indonesia lewat internet
mas Win lagi cerita tentang Smartfren Community

Hari itu juga dibentuk Medan Smartfren Community, komunitas untuk kita saling berbagi informasi yang tidak melulu tentang Smartfren dan produknya. Asiknya lagi, anggotanya tidak harus pengguna Smartfren dan bukan hanya blogger, tapi juga dari berbagai profesi. Medan merupakan kota ke 15 nih yang ikut Smartfren Community ini, yuk gabung!

MiFi Andromax M3Z
dapat ini dari kuis biar makin rajin ngeblognya xD



Pecha Kucha Night Medan Vol.1

4 comments
Pecha Kucha? Apa itu?

Melihat flyer nya yang berseliweran di timeline membuatku penasaran dengan Pecha Kucha ini. Sudah lihat flyer dan caption dari postingan teman di media sosial tapi belum benar-benar paham acara apa ini. Akhirnya aku datang langsung dan sedikit googling tentang acara presentasi ini.

Pecha Kucha Medan
sumber: IG @pechakuchamedan

Jadi, Pecha Kucha (dibaca "pe chak cha"), yang tidak kusangka ternyata berasal dari bahasa Jepang, memiliki arti chit-chat alias ngobrol. Aku kira Pecha Kucha berasal dari bahasa India atau suatu daerah di Amerika Latin sana. Pecha Kucha adalah metode presentasi dengan 20 slide yang setiap slide nya hanya ditampilkan selama 20 detik otomatis tanpa ada berhenti. Nama acaranya Pecha Kucha Night dan pertama kali diadakan di Tokyo pada tahun 2003 oleh Astrid Klein dan Mark Dytham.

Pecha Kucha Night Medan


Pecha Kucha sudah diadakan di berbagai belahan dunia dan untuk Indonesia, sudah diadakan di beberapa kota seperti Bandung, Jakarta, Jogja, dan kota lainnya.  Pecha Kucha Night di Medan diadakan hari Jumat, 21 April 2017 di lantai dua Healy Macs Irish Restaurant. Acara mulai jam 8 dan sekitar setengah delapan sudah banyak yang hadir dan semakin banyak ketika acara dimulai sampai sebagian yang datang kehabisan tempat duduk.

Pecha Kucha Night Medan




Ada delapan pembicara di Pecha Kucha Night yang terdiri dari 4 pria dan 4 wanita dari berbagai latar belakang pekerjaan dan hobi. Karena masih di momen hari Kartini, pembahasan hari itu tidak jauh dari kesetaraan gender dan emansipasi. Selain membicarakan tentang kegiatannya, setiap pembicara juga membahas tentang topik tadi dari sudut pandang mereka masing masing.

Pecha Kucha Night Medan






Pecha Kucha Night tidak formal dan lebih ke acara yang fun. Pembahasan juga tidak harus terlalu serius, pembicara bisa menceritakan tentang hal pribadi, pekerjaan, ide, dan saling bertukar pikiran.

Metode presentasi ala Pecha Kucha menjadi menarik karena disini pembicara tidak terlalu banyak mengumbar kata, terbatasnya jumlah slide dan waktu membuat pembicara harus benar benar selektif dengan slide apa yang pas untuk menyampaikan pesan mereka untuk audience. 6 menit 40 detik yang disediakan membuat presentasi jadi tidak membosankan dan lebih simple.

Sampai saat ini Pecha Kucha Night sudah diadakan di sekitar 800 kota di seluruh dunia dan untuk di Medan, sepertinya bakal ada Pecha Kucha Night vol. 2 nih

Ada yang kemarin datang juga? Atau mau ikutan yang vol. 2? ๐Ÿ˜‰

Setengah Hari di Kota Kisaran

8 comments
Sekitar jam 10 pagi, kami berangkat dari Tanjung Balai menuju Kisaran dengan bus. Cukup sulit menemukan betor dari Sungai Pasir, untungnya ada betor langganan keluarga si kawan yang tinggal di Sungai Pasir dan tinggal dihubungi aja via hp.

kota kisaran

Jalan Jalan Sehari di Kota Kerang Tanjung Balai

23 comments
Niat naik kereta api dengan rute yang sedikit jauh akhirnya tercapai. Aku bersama seorang teman yang merangkap jadi tour guide nantinya, berangkat menuju Tanjung Balai dengan kereta api lewat stasiun Bandar Khalifah, Tembung. Kami ambil tiket yang jam 07.50 pagi, harga Rp.27.000. Sempat hampir terlambat karena ga ada gojek sepagi itu, untungnya sang 'kembaran' mau ngantar walaupun masih agak ngantuk.

makan kerang di kota Tanjung Balai

Masuk di Kereta, ternyata gerbong tempat kami duduk ini beda dengan yang biasa aku naiki ketika ke Binjai. Ada colokan dan tempat duduknya ada yang untuk tiga orang. Perjalanan memakan waktu hampir empat jam. Selama perjalanan, sesekali dari PT KAI lewat menjajakan makanan, kami pun coba siomay dari Es Teler 77.

Cukup bosan juga karena ga bisa internetan mengingat Bolt yang masih belum bisa dibawa terlalu jauh dari Medan dan akhirnya pun aku tidur.

pasar di Tanjung Balai

Sekitar jam 12 kurang kami sampai di stasiun Tanjung Balai. Tukang becak pun menyerbu di pintu keluar menawarkan jasa. Lokasi stasiun terletak tepat di depan pasar, jadi tidak sulit untuk mencari angkutan umum.

Setelah duduk duduk sebentar memandangi pasar, kami pun naik becak motor aka betor untuk ke rumah keluarga si tour guide ini dengan ongkos Rp.25.000 karena agak jauh. Becak motor di Tanjung Balai beda dengan yang di Medan, disini becaknya lebih besar dan tidak terlalu tertutup, enak rasanya kenak angin dan bebas melihat kiri kanan, tapi sepertinya bakal basah kuyup kalau lagi hujan, eh tapi bisa aja wak becak udah sediain penutup anti hujan.

Becak motor di Tanung Balai
Becak motor di Tanjung Balai
"orang ini ngomong bahasa apa? Batak ya?"
'Melayu la'
"pantas la, aku kira Batak, tapi aku bingung kenapa aku ga ngerti sama sekali" ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
'iya, disini logatnya memang ada tecampur sama Batak'


Jembatan sungai Asahan Tanjung Balai
Enak kenak banyak angin

Rumah si teman ini di Sungai Pasir, cukup jauh juga dari pusat kota. Kami melewati sungai terpanjang di Sumatera Utara, Sungai Asahan. Sampan sampan pun terlihat berlalu lalang, di salah satu sisi terlihat kumpulan sampan yang aku kira itu pasar terapung. Setelah melewati jalan yang sebagian belum diaspal, sedikit becek, dengan sungai sungai kecil yang agak kering tapi selalu ada sampan disana, kami pun sampai di Pasir Putih.

"ini kenapa la ada sampan di sungai kecik gini, emang bisa lewat? hampir ga ada air lagi"
'ini karena masih siang, nanti mulai sore udah pasang, baru malamnya orang sini pigi nangkap ikan'
"emang bisa jalan sampannya? Ini sungainya kecik, sampannya besar kali gini"
'ko tengok aja la nanti'
๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Makan siang di Tanjung Balai
Kerupuk ikannya enak!
Teringatnya, selain cuma untuk jalan jalan, aku diajak ke Tanjung Balai juga untuk melihat langsung yang mana sebenarnya bubur pedas dan cara membuatnya. Ini gara gara tulisan ku sebelumnya tentang bubur anyang yang aku kira bubur pedas. Jadi, sebagai orang Melayu yang tahu bubur pedas itu aslinya yang gimana, siang itu aku dapat kelas belajar memasak bubur pedas

Sungai Pasir Tanjung Balai
ayamnya malu diliatin terus lagi makan
Bubur Pedas (dibaca buburkh pedas) merupakan makanan khasnya orang Melayu. Kalau biasanya bubur itu nasi yang kental, bubur pedas justru ga ada nasinya, kalaupun ada cuma sedikit beras yang nantinya digongseng di jadikan bumbu. Karena menggunakan bahan yang banyak dan pembuatannya cukup merepotkan, sekarang jarang ada yang memasak bubur pedas. Kalaupun ada, biasanya langsung masak banyak untuk sekalian untuk dibagikan ke tetangga.


Masak bubur pedas di Tanjung Balai
semua bahan Bubur Pedas sebelum dimasak

Bubur pedas berisi berbagai sayuran dan umbi seperti jagung, kacang panjang, kentang, ubi, kacang ijo, dan lainnya. Menurutku rasanya sama sekali ga pedas. Bubur pedas biasa dinikmati sebagai sayur kawannya nasi.

Setelah siap memasak dan menikmati bubur pedas, kami antar sebagian kemudian pergi keliling ke kota dengan motor. Kami melewati taman Sudirman yang penuh dengan bunga dan tanaman hijau kemudian singgah sebentar di Lapangan Sultan Abdul Djalil Rahmadsyah. Lapangan yang besar memiliki 'pentas di bagian tengah ujung. Dilihat dari depan, sisi kiri ujungnya dipenuhi pedagang kaki lima yang mulai berjualan di sore hari, sisanya digunakan untuk berolahraga.

Lapangan Sultan Abdul Djalil Rahmadsyah Tanjung Balai
Lapangan Sultan Abdul Djalil Rahmadsyah

Sekitar jam 7 malam kami mulai mencari tempat makan karena perut sudah lapar. Kami pun tertarik untuk singgah di salah satu Cafe yang kelihatannya cukup ramai, Micro Cafe. Sesampainya di dalam, sepi, hanya satu meja yang terisi. Loh? Tapi di depan banyak kreta yang parkir? Ah sudahlah, mungkin itu kendaraan para karyawan. Sebelum duduk, kami diberi nomor antrian. Tempatnya sepi gini dan mau makan masih pake nomor antrian?

Micro Cafe Tanjung Balai
Micro Cafe

Micro Cafe merupakan satu dari beberapa cafe yang masih bisa dihitung dengan jari di Tanjung Balai. Cukup luas dengan meja dan kursi kayu disertai beberapa permainan yang bisa kamu mainkan bersama teman seperti uno. Setelah memilih tempat duduk yang pas, waitress datang dan memberikan buku menu. Selagi si teman milih, aku pun bertanya
"mas, ini nomor antriannya untuk apa ya?"
'itu antrian kalau mau karaoke, mbak'
"oohh, makasih, mas"

Sambil menunggu pesanan, terlihat beberapa orang datang dan langsung berjalan ke arah dinding yang ada wallpaper dan membuka pintu yang awalnya aku kira cuma gambar. Sepertinya karaoke ada di lantai 2

Kami pesan Pancake Durian, Ice Cream Goreng, dan kopi. Agak bingung juga ketika mau mesan kopi yang diseduh manual. Semua disebut kopi Vietnam dan sepertinya waitress disini kurang mengerti dengan apa yang kumaksud. Akhirnya biar ga ribet, aku bilang kopinya diseduh dengan alat yang kutunjuk (v60). Kopi datang satu set dengan V60. Ha? Apa nyeduh nya langsung di meja customer ya?

seduh manual di Micro Cafe Tanjung Balai
Seduh manual v60

V60, ceret,  dan dua gelas diletakkan di meja. "ini, seduhnya seduh sendiri mas?"
'... Bisa juga mba kalau mau diseduhin'
Sebenarnya masih belum terlalu ngerti, tapi yaudah lah, seru juga disini bisa seduh sendiri mengingat pernah beberapa kali nyeduh dengan V60
"hhmm, kami seduh sendiri aja deng"



Karena agak jauh dan jalan menuju Sungai Pasir lumayan becek, kami pun ga bisa terlalu lama disini. Setelah melewati sungai Asahan dan masuk ke jalan yang belum diaspal, tantangan menuju ke rumah pun muncul, jalanan gelap gulita, tanpa lampu jalan, ditambah lampu depan kreta yang lagi kurang bagus. Cahaya cuma ada ketika ada motor di depan atau belakang kami.
"eh, cemana ini? Ga nampak sama sekali dunia"
'tenang, win. Bisa ini pelan pelan'
"atau, aku idupin aja senter dari hp? Manatau agak bisa"
'coba la'

Aku nyalakan senter dari hp dan ga nyangka terangnya sama dengan lampu motor, atau mungkin karena jalan yang teralu gelap.

'kalau kurang rasamu, pake la satu lagi hpku'
"siap!"

Sungai Pasir Tanjung Balai
versi terang dan udah kering dari becek
Jadi, sepanjang jalan yang gelap gulita, tangan ini pun dijadikan senter. Kami sempat berpapasan dengan seorang bapak bapak yang mengendarai motor dengan lampu depan yang mati total.

"sungguh kuat bapak itu ya, becek sama gelap bukan masalah sama dia".

Setelah sampai, kami makan malam dengan bubur pedas dan satu lagi, makanan wajib di Tanjung Balai sebagai kota Kerang, apalagi kalau bukan Kerang. Harga kerang murah disini dan malam itu cukup banyak juga kerang rebus yang kami makan.

Bubur Pedas Tanjung Balai
makan malam dengan buburkh pedas

Besoknya, sekitar jam 10 pagi kami pamit pulang dan dengan becak motor kami ke loket bus untuk melanjutkan perjalanan ke Kisaran. Terima kasih banyak Tanjung Balai!